Jumat , 30 Juli 2021

Anggota SPTI dan SP NIBA Bentrok di Lokasi PKS PT KAS

Tujuh Orang Luka-luka

Foto, Pihak Kepolisian nampak menghalau massa agar tidak terjadi bentrokan

 

BATANGCENAKU (Khabarmetro.com)– Ratusan anggota Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Desa Batupapan Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) bentrok dengan rombongan anggota serikat pekerja Niaga Bank Jasa dan Asuransi (NIBA) di lokasi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Karisma Agro Sejahtera (PT KAS) yang bercokol di desa setempat, Rabu (19/5/2021).

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun sebanyak 7 anggota NIBA dikabarkan mengalami luka luka yang diduga di aniaya oleh anggota SPTI Desa Batupapan.

 

Informasi yang berhasil di himpun usai bentrokan itu, peristiwa tersebut berawal dari datangnya Pengurus Unit Kerja (PUK) NIBA ke PKS PT KAS Rabu (19/5/2021) sekitar pukul 10.30 WIB dengan maksud untuk memfasilitasi anggota NIBA bekerja di pabrik sesuai dengan Surat Kesepakatan Kerja Bersama (SKKB) antara PUK NIBA Batu Papan dengan manajemen PKS PT KAS dan sebelumnya pihak NIBA menyampaikan pemberitahuan kepada polisi di Polres Inhu.

 

Setibanya pengurus serikat pekerja NIBA di gerbang masuk pabrik PT KAS untuk bertemu dengan manajemen, pintu gerbang masuk ke pabrik langsung ditutup oleh ratusan orang dan kemudian mereka melakukan penyerangan.

Menurut pengakuan Ketua SP NIBA Batu Papan Suwardi, ia turut menjadi korban dalam aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh ratusan anggota SPTI tersebut, saat itu Suwardi dicekik oleh seseorang yang diketahui bernama Joni dan tangan Suwardi saat itu dipegang oleh orang lain dan ratusan kali pukulan mendarat di kepala dan punggung dan bagian muka juga dipukul.

“Muka saya terasa sembab, telinga berdengung dan badan saya sakit semua, jumlah pukulannya sangat banyak saya hampir pingsan saat itu,” kata Suwardi

Selain Suwardi yang menjadi korban pengeroyokan, diketahui juga korban pengeroyokan diantaranya Abu Sanar, Supriadi, Marhalim, Marwan dan Imawan Susanto yang merupakan pengurus serikat pekerja NIBA.

Abu Sanar, yang merupakan korban pengeroyokan saat itu mengalami luka memar di bagian muka serta mengeluarkan darah segar di bagian hidung dan sekujur tubuhnya mengalami sakit serta sesak nafas usai di keroyok.

“Saya dipisahkan oleh polisi dari rombongan pengurus NIBA, pengurus NIBA yang sudah dianiaya disuruh pulang dan saya tinggal sendirian, ketika saya dikeroyok sekitar 5 orang polisi dan Kapolsek saat itu hanya menonton saja,” kata Abu Sanar.

Menurut Abu Sanar, dirinya tidak akan dikeroyok jika tidak dipisahkan oleh polisi dari rombongan pengurus NIBA saat itu.

“Saya akan tuntut Kapolsek Batang Cenaku yang saat itu hanya menyaksikan saja saya dipukul, saya minta Kapolda dan Kapolri memberhentikan Kapolsek Batang Cenaku dari Institusi Polri,” tegasnya.

Menurut Abu Sanar dan sejumlah korban lainya, pelaku utama pengeroyokan dan memulai aksi pemukulan diantaranya Ebit Ashadi, Ediyus, Anto Lopes, Joni, Jefri dan Agus.

 

Menyikapi hal ini, Kapolsek Batang Cenaku Iptu Januar E Sitompul SH.MH saat dikonfirmasi di kantornya mengatakan bahwa pihaknya sudah memanggil kedua belah pihak untuk melakukan mediasi ke kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Batang Cenaku, namun hingga saat ini tidak ada yang datang untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Tadi sudah kami panggil ke kantor, sampai sekarang belum ada yang datang,” ujarnya.

Terkait tudingan jika pihaknya dengan sengaja memisahkan salah seorang anggota NIBA yang bernama Abu Sanar dari rombongan pengurus NIBA saat itu dibantah oleh Kapolsek.

 

‘” Kami hanya menjalankan tugas selaku pengamanan dan ketertiban mana mungkin kami melakukan hal itu. Justru kami sudah berupaya sekuat tenaga, melerai agar tidak terjadi bentrokan,” jelas Iptu Sitompul.

 

Sementara itu, Ketua SPTI Desa Batupapan, Jefri dikonfirmasi melalui WhatsApp (WA) menjelaskan, jika pihaknya selaku ketua organisasi tidak mengintruksikan kepada anggota untuk melakukan serangan itu.

Mungkin saja, kata Jefri, ada terlontar kata kata kurang mengenakkan dari anggota NIBA setibanya di lokasi dan terdengar oleh anggotanya, sehingga tersulut emosi dan bentrokan itu tidak bisa terhindarkan lagi.

” Intinya kami tak mau ribut. Mereka datang untuk menyerobot pekerjaan kami, ” ungkapnya.

Jefri pun menyebut, jika insiden ini tidak bisa di selesaikan melalui mediasi di Mapolsek Batang Cenaku maupun di Mapolres Inhu. Sebab kata Jefri, kedua organisasi ini memiliki DPC, sehingga permasalahan ini harus di mediasikan di Disnaker Kabupaten Inhu.

” Secara aturan harus Disnaker yang memfasilitasi mediasi ini agar kami tidak ada gesekan dan mengumpulkan massa lagi,” Tutup Jefri.(har)

 

Check Also

KPU Inhu Hibahkan APD Kepada Pemda Inhu

PEMATANGREBA (Khabarmetro.com)–  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) hibahkan Barang Milik Negara (BMN) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *