Minggu , 26 April 2026

Klinik dan Rumah Sakit di Pekanbaru, Riau Segera Terapkan Teknologi Gen-AI untuk Membantu Akurasi Diagnosa

Prof Jaswar Koto. 

PEKANBARU (Khabarmetro.com) – Penerapan teknologi Artificial Intelligence (AI) di bidang kesehatan, saat ini, semakin gencar dan menjadi keniscayaan. Termasuk di kota Pekanbaru, Riau, dan kabupaten/kota lain, di klinik dan rumah sakit pun segera diterapkan.

Diketahui, Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) mempunyai potensi untuk mengatasi beberapa tantangan terbesar dalam bidang kesehatan. Gen-AI telah memberikan banyak manfaat bagi tenaga medis, peneliti, dan pasien. Di bidang pendidikan, di Riau, juga sudah dipersiapakan rencana penerapan teknologi Gen-AI ini.

Penerapan Gen-AI dalam proses diagnosis dan pengobatan juga membantu perusahaan asuransi untuk meningkatkan efisiensi klaim. Selain itu, Gen-AI juga berperan dalam merampingkan proses penilaian risiko sehingga memberikan akses kesehatan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan nasabah.

Hal itu disampaikan Prof. Jaswar Koto sebagai founder Ocean & Aerospace Research Institute, Osaka, Japan dan juga sebagai Dewan Pakar BKM-PII 2024-2027 kepada media ini, Jumat (5/7/2024).

Kata Prof Jaswar, berkolaborasi dengan Dr. Medrison dari Klinik Mulya, Pekanbaru, Riau, Indonesia, Dr. Chunin Widyaningsih, MKM sebagai Waka Rumkit RS Bhayangkara Pekanbaru, Riau dan Prof. Ali Selamat, Dr Kaiyisah Hanis dan Faadhilah Sayyid dari Malaysia Japan International Institute of Technology, UTM akan diperkenalkan teknologi Gen-AI dalam mengdiagnosa pasien.

Seperti diketahui, Prof Jaswar Koto ini adalah salah seorang ahli teknologi AI yang saat ini masih berdomisili di Jepang. Dia adalah putra asli Indonesia.

 

Meski begitu, dia banyak membantu Pemprov Riau dalam pengembangan teknologi Gen-AI ini. Dan, saat Gubenur Riau dijabat oleh H Syamsuar, penerapan AI di lembaga pendidikan sudah mulai disiapkan. Ini juga menjadi salah satu program unggulan H Syamsuar, yang juga akan kembali ikut Pilgubri nanti.

Pada kesempatan ini, Dr. Medrison dan Dr. Chunin Widyaningsih juga berharap dengan penerapan Gen-AI tersebut dapat meningkatkan analisa data medis secara masif dan mendalam, sehingga berguna untuk membantu tenaga medis dalam mengenali penyakit serta memberikan rekomendasi pengobatan yang lebih tepat dan efektif.

Dalam prakteknya, Gen-AI berperan sebagai DIAGNOSA REFERENCE (referensi diagnosa), yangmana berperan sebagai diagnosis pembanding disamping sebagai asisten medis, sehingga dapat meningkatkan akurasi dan kecepatan diagnosis serta memastikan pasien menerima perawatan yang terbaik.

Secara proses, Gen-AI terlebih dahulu menganalisa record pasien seperti keluhan-keluhan pasien, pemeriksaan awal pasien, hasil laboratirium pasien seperti hematologi, kimia darah sebelum memberikan DIAGNOSA REFERENCE pasien.

Disamping itu, planning penerapan Gen-AI di klinik di daerah terisolasi juga menjadi perhatian khusus dari Dr Medrison. Dan, Presiden Suku Laut Haryono Maha Seri Bijawangsa, mendukung rencana penerapan Gen-AI di klinik di daerah terisolasi terutama di daerah Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Sebelumnya, juga diberitakan bahwa penerapan Gen-AI di daerah terisolir di Riau, salah satunya juga akan menyasar dunia pendidikan. Direncanakan pilot project itu, dengan dukungan Presiden Suku Laut, akan diterapkan di SMAN 1 Concong, Inhil. (Km1/irg)

Check Also

Satpol PP dan DLHK Banyak Temuai Pck Up Angkut Sampah Liar

Kepala  Satpol PP Kota Pekanbaru, Desheriyanto (kiri,ed)  bersama Tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *