
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Riau H. Erisman membuka sarasehan dan seminar ICMI Orwil Riau di Aula RSUD Arifin Achmad.
PEKANBARU (Khabarmetro.com) – Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat membawa peluang sekaligus tantangan bagi masa depan generasi muda. Rendahnya literasi digital di tengah tingginya penggunaan internet menjadi perhatian Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orwil Riau.
Itulah dasar ICMI Riau menggelar sarasehan dan seminar bertema: “Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi (TI) terhadap Masa Depan Peradaban Bangsa, Khususnya Generasi Muda”.
Kegiatan yang berlangsung di Aula RSUD Arifin Achmad, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Riau, tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, H. Erisman, yang mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Riau.
Dalam sambutan Sekdaprov Riau yang dibacakannya, Erisman mengungkapkan bahwa berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2026, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai sekitar 235,26 juta jiwa, atau setara dengan 81,7 persen dari total populasi nasional.
Angka tersebut menunjukkan bahwa lebih dari delapan dari setiap sepuluh penduduk Indonesia telah terhubung dengan internet. Dengan demikian, internet telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, komunikasi, aktivitas ekonomi hingga pelayanan publik.
Namun, tingginya jumlah pengguna internet belum otomatis mencerminkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Tantangan literasi digital, keamanan data pribadi, penyebaran informasi palsu, serta pengaruh konten digital terhadap anak dan generasi muda masih perlu mendapat perhatian serius.
Karena itu, Erisman menilai sarasehan dan seminar yang diselenggarakan ICMI Riau sangat relevan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya orang tua dan tenaga pendidik, dalam mendampingi generasi muda menghadapi perkembangan teknologi informasi.
Smart phone “Orang Tua Kedua”
Ketua ICMI Orwil Riau, drg. Burhanuddin Agung, MM, dalam pemaparannya menyoroti pentingnya peran orang tua dan guru dalam mengarahkan anak-anak serta peserta didik menggunakan teknologi digital.
Ia mengingatkan bahwa penggunaan telepon pintar atau smartphone kini telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Bahkan, ia mengibaratkan gadget sebagai “istri kedua, suami kedua, bahkan orang tua kedua” karena besarnya waktu dan perhatian yang diberikan masyarakat terhadap perangkat tersebut.
Menurut Burhanuddin, kondisi itu perlu menjadi perhatian bersama. Orang tua dan guru harus mampu membangun komunikasi, memberikan pendampingan, serta mengarahkan anak-anak agar tidak terjebak dalam penggunaan teknologi secara berlebihan.
Tantangannya bukan sekadar menjauhkan anak dari gadget, melainkan membangun kesadaran agar teknologi dimanfaatkan untuk hal-hal produktif, pendidikan, dan pengembangan karakter.
Seminar ini menghadirkan tiga narasumber dengan materi yang saling melengkapi. Selain Burhanuddin Agung yang membahas realitas pemanfaatan teknologi informasi di masyarakat dunia serta peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, hadir pula Dr. Dahliyusmanto, M.Sc., yang mengulas perkembangan teknologi informasi dari masa ke masa, termasuk peluang dan risikonya.
Sementara itu, Dr. (Cand.) Liza Fitriani Nurkholis, S.Kom., M.I.Kom., membahas pengaruh dan kendali algoritma dalam membentuk serta menata peradaban generasi muda.
Ketiga materi tersebut memberikan perspektif mengenai perkembangan teknologi, mulai dari pemanfaatannya dalam kehidupan masyarakat hingga pengaruh algoritma terhadap perilaku dan pola konsumsi informasi generasi muda.
Sarasehan dan seminar ini diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, di antaranya Dewan Penasihat, Dewan Pakar dan pengurus ICMI, kepala sekolah SMA, SMK, MAN dan pesantren, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Provinsi Riau, rektor perguruan tinggi, badan otonom ICMI Riau, ICMI Orda Pekanbaru, serta organisasi kemasyarakatan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Sejak pembukaan hingga akhir acara, peserta mengikuti pemaparan narasumber dengan penuh perhatian dan aktif dalam diskusi.
Melalui kegiatan ini, ICMI Riau berharap tumbuh kesadaran bersama mengenai pentingnya literasi digital, khususnya di kalangan orang tua, pendidik, dan generasi muda. Penguasaan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, penguatan karakter, serta nilai-nilai moral agar kemajuan teknologi dapat memberikan manfaat bagi pembangunan bangsa dan peradaban di masa depan. (uli/irg)
khabarmetro.com SELALU ADA KABAR BARU
