Jumat , 18 September 2026

Jenjang Karier [3]

OPINI

Oleh: Khairul Amri*

CERITA tentang jenjang karier di lingkungan perusahaan Riau Pos Group, perlu saya uraikan di tulisan ini.

Tentu, dengan versi saya.

Kaitannya nanti dengan klaim dari orang-orang atau manajemen baru, Riau Pos Kini, bahwa jenjang karier dan sistem penggajian di Riau Pos Group tidak jelas.

Simak baik-baik ya.

Begini ceritanya.

Awal masuk saya berstatus karyawan kontrak, dari 2001 akhir hingga 2005 akhir. Posisi saya di redaksi, pada rentang tahun itu, mulai dari calon reporter sampai ke reporter senior.

Awal 2006, saya dipercaya sebagai asisten redaktur di koran Riau Pos terbitan Ahad. Selama 2 tahun jabatan itu saya sandang. Status saya waktu itu sudah menjadi karyawan tetap.

Selanjutnya, pada 2008 karier saya naik lagi menjadi redaktur halaman utama –halaman 1 Riau Pos. Seingat saya, gaji saya naik paling besar di jabatan ini, hampir Rp2 juta. Dan, setiap jenjang karier itu ada golongan kepangkatan dan gaji tersendiri.

Pada 2009, saya dipercaya memegang rubrikasi Xpresi — halaman khusus, sampai menerbitkan majalah remaja/sekolah. Bukan tanpa penghargaan. Gaji saya juga dinaikkan oleh pihak Manajemen Riau Pos, waktu itu.

Selama 5 tahun di Xpresi. Lalu, pada 2014, saya dipercaya lagi menjadi wakil pemimpin redaksi (wapemred) koran Riau Pos terbitan Ahad. Tapi, itu tidak lama. Walau begitu, saya juga tetap terima SK beserta lampiran gaji.

Makanya, kalau ada yang sok-sok tahu, tapi dia sebenarnya tak tahu: karena dia belum bergabung ke Riau Pos Group, kala itu, patut pula dipertanyakan. Kalau tak tahu, jangan merasa paling tahu.

Saya tekankan lagi, bahwa dari awal bekerja di Riau Pos Group semua lancar dan jenjang karier serta sistem penggajian saya, itu sudah sangat jelas. Jadi, tidak benar kalau ada yang bilang, sistem kerja di Riau Pos Group tidak jelas. Itu bohong!

Bahkan, pernah kami semua karyawan Riau Pos beberapa kali menerima bonus 2-3 bulan gaji. Semua dapat. Manajemen menyebutnya, profit sharing. 

Jadi, sampai 2014, Riau Pos masih aman-aman saja. Begitu pun dengan anak-anak perusahaan di bawah naungannya.

Tapi, saya katakan (lagi): itu dulu.

Memasuki 2015 akhir, saya pun dipercaya menjadi Wakil General Manager (GM) di PT. Pekanbarupos Intergrafika Pers (koran Pekanbaru Pos). Pekanbaru Pos juga ada anak usahanya, yakni: Posmetro Rohil, Posmetro Indragiri dan Posmetro Mandau.

Dan, setelah pindah ke Pekanbaru Pos Group, cerita-cerita di Riau Pos tidak lagi saya ketahui secara detil.

Yang saya ingat, ketika tahun 2015 dan 2016 kondisi keuangan Riau Pos semakin sulit dan bertambah sulit. Sebab, setiap bulan ada rapar bersama se Riau Pos Group. Dari situlah saya bisa tahu, perusahaan ini sedang tidak baik-baik saja.

Sampai-sampai, berhembus kabar ketika itu, bahwa Jawa Pos sebagai induk dari Riau Pos akan mengirimkan orang secara khusus untuk membenahi Manajemen Riau Pos. Mengurus bisnis Riau Pos.

Dan, ini pula cerita seru berikutnya yang akan mengantarkan kita pada cerita babak baru Riau Pos Group.

Itulah yang saya sebut: Riau Pos Kini. ** (bersambung)

*) Khairul Amri, adalah eks karyawan Riau Pos Group yang sedang berjuang menuntut haknya. Pernah bekerja di Riau Pos selama 20 tahun. 

Check Also

Forum Pimred (FPRMI) Serahkan Penghargaan Pena Emas kepada KSP Dudung Abdurahman

Ketua Umum Forum Pimred Multimedia Indonesia, Bernadus Wilson Lumi (dua kanan) menyerahkan penghargaan Pena Emas. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *