
Pemukulan kompang sebagai tanda dibukanya Jambore BKPRMI tahun 2026.
PEKANBARU (Khabarmetro.com) – Jambore Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Riau 2026 resmi dibuka di Lapangan Masjid Al Husna, kawasan depan Universitas Islam Riau (UIR), Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Jumat pagi (11/9/2026).
Pembukaan jambore yang berlangsung hingga Sabtu (12/9/2026) tersebut dibuka oleh Wali Kota Pekanbaru yang diwakili Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru, H. Samsuir.
Mengusung semangat “Move The City”, Jambore BKPRMI Riau 2026 tidak hanya diarahkan sebagai ajang silaturahmi pemuda dan remaja masjid, tetapi juga menjadi ruang untuk mendorong masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, dakwah, pembinaan generasi muda, hingga penguatan ekonomi umat.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam pembukaan tersebut, di antaranya Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Riau, H. Syahrul Aidi Maazat, mantan Gubernur Riau H. Syamsuar, Ketua Pengurus Masjid Al Husna, perwakilan sponsor, jajaran Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) BKPRMI Riau, pengurus BKPRMI Riau, serta pengurus BKPRMI kabupaten/kota se-Riau.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan kompang atau rebana oleh Ketua Umum BKPRMI Riau, Mohd. Hasbi, bersama para tamu dan undangan.
Dorong Masjid Jadi Pusat Gerakan Anak Muda
Ketua Panitia Jambore BKPRMI Riau 2026, Rayan Pribadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menyebut pelaksanaan jambore tahun ini merupakan pengalaman perdana bagi BKPRMI Riau sehingga masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu dievaluasi.
“Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu. Kami juga memohon maaf apabila dalam pelaksanaan perdana ini masih terdapat kekurangan. Ke depan, BKPRMI Riau akan terus berupaya memberikan yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI H. Syahrul Aidi Maazat mendorong BKPRMI Riau menghadirkan program-program yang berbeda dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Ia menyatakan siap mendukung program BKPRMI Riau, khususnya yang berkaitan dengan penguatan ekonomi keumatan.
Menurutnya, masjid memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pemberdayaan masyarakat apabila dikelola dengan pendekatan yang kreatif dan melibatkan generasi muda.
Syamsuar: BKPRMI Harus Jadi Ujung Tombak
Mantan Gubernur Riau H. Syamsuar menyambut baik kembali aktifnya BKPRMI di tengah masyarakat.
Ia berharap organisasi tersebut mampu menjadi ujung tombak dalam mengajak remaja dan pemuda untuk kembali aktif memakmurkan masjid.
“Saya senang BKPRMI kembali bisa aktif. Harapan saya, BKPRMI menjadi ujung tombak untuk mengajak para remaja dan pemuda aktif ke masjid,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan organisasi pemuda dan remaja masjid sangat penting untuk memastikan masjid tidak kehilangan generasi penerus.
Pemko Pekanbaru Siap Berkolaborasi
Wali Kota Pekanbaru melalui Asisten Bidang Kesra Setdako Pekanbaru, H. Samsuir, menyampaikan kesiapan Pemerintah Kota Pekanbaru untuk berkolaborasi dengan BKPRMI.
Pemko berharap berbagai program yang dijalankan BKPRMI dapat berjalan seiring dengan visi dan misi pembangunan Kota Pekanbaru.
Pemerintah kota, kata dia, terbuka untuk membangun kerja sama dalam berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga berharap BKPRMI dapat bersama-sama bergerak dalam memajukan Kota Pekanbaru, terutama melalui pembinaan generasi muda dan kegiatan yang memperkuat kehidupan sosial keagamaan.

BKPRMI Riau Fokus Ekonomi Umat
Ketua Umum BKPRMI Riau, Mohd. Hasbi, menegaskan kepengurusan yang dipimpinnya akan mendorong sejumlah program yang berorientasi pada peningkatan ekonomi umat.
Menurutnya, masjid tidak hanya harus menjadi pusat kegiatan ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“BKPRMI akan tampil dengan program-program peningkatan ekonomi umat. Kita ingin masjid menjadi bagian dari gerakan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Selain ekonomi, Hasbi menekankan pentingnya menghadirkan program yang dekat dengan karakter generasi muda.
Menurutnya, pendekatan kepada anak muda harus dilakukan secara kreatif agar mereka merasa nyaman, senang, dan memiliki alasan untuk datang serta aktif berkegiatan di masjid.
Bukan Sekadar Jambore
Jambore BKPRMI Riau 2026 diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain bazar UMKM halal berbasis syariah, pemeriksaan kesehatan gratis, seminar dan talk show, perlombaan, kegiatan berkuda dan memanah bagi remaja masjid, serta kegiatan sosial.
Rangkaian kegiatan juga akan diisi Tabligh Akbar bersama Koh Dennis Lim yang menjadi salah satu agenda utama jambore.
Melalui tema “Move The City”, BKPRMI Riau ingin membangun gerakan yang berangkat dari masjid untuk memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.
Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan generasi muda, pendidikan, kesehatan, kegiatan sosial, pengembangan UMKM, dan penguatan ekonomi umat.
Dengan semangat tersebut, Jambore BKPRMI Riau 2026 diharapkan menjadi titik awal gerakan yang lebih besar, yakni menjadikan masjid sebagai pusat lahirnya gagasan, kolaborasi, dan aksi nyata untuk kemajuan masyarakat serta Kota Pekanbaru dan Riau secara keseluruhan. (uli/irg)
khabarmetro.com SELALU ADA KABAR BARU
