Selasa , 21 Juli 2026

Aisyah Zakiyyah: Komisaris Muda dengan Rekam Jejak Global yang Menepis Isu Nepotisme

Pekanbaru (khabarmetro.com) – Nama Aisyah Zakiyyah menjadi sorotan publik setelah beredar pemberitaan yang mengaitkan dirinya sebagai keponakan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo. Tudingan tersebut langsung dibantah oleh Aisyah. Bahkan, ia secara terbuka menantang siapa pun yang dapat membuktikan adanya hubungan kekerabatan tersebut dengan hadiah berupa fasilitas umrah gratis. Tantangan serupa juga disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, sebagai bentuk penegasan bahwa isu tersebut tidak benar.

Di balik polemik yang berkembang di ruang publik, Aisyah Zakiyyah merupakan sosok profesional muda yang memiliki rekam jejak akademik dan karier yang panjang, baik di lingkungan korporasi nasional, perusahaan multinasional, maupun pemerintahan. Perjalanan kariernya menunjukkan bahwa kompetensi dan pengalaman menjadi modal utama yang mengantarkannya menduduki berbagai posisi strategis.
Aisyah menyelesaikan pendidikan Bachelor of Engineering pada bidang Applied Chemistry and Biochemical Engineering di University of Gunma, Jepang, melalui Mitsui Bussan Scholarship for Indonesia. Ia kemudian melanjutkan studi Master of International Communication di Macquarie University, Australia, dengan memperoleh beasiswa penuh dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Latar belakang pendidikan lintas disiplin antara teknik dan komunikasi internasional tersebut membentuk kompetensinya dalam kepemimpinan, komunikasi publik, serta strategi bisnis global.
Karier profesional Aisyah dimulai di PT Amerta Indah Otsuka, kemudian berlanjut di PT Procter & Gamble Indonesia, PT Uni-Charm Indonesia Tbk), hingga dipercaya sebagai Sales Executive di PT Toyota Tsusho Systems Indonesia sejak November 2023. Pada berbagai perusahaan tersebut, ia memegang tanggung jawab dalam pengembangan merek, strategi komunikasi, transformasi digital, pemasaran berbasis data, manajemen proyek, pengelolaan anggaran, hingga pengembangan bisnis dan kepemimpinan tim lintas fungsi.
Memasuki tahun 2025, Aisyah dipercaya mengemban amanah sebagai Tenaga Ahli Menteri Pekerjaan Umum sekaligus Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum. Dalam kapasitas tersebut, ia berperan memberikan masukan strategis kepada Menteri, membangun komunikasi publik kementerian, menyampaikan berbagai kebijakan dan program prioritas kepada masyarakat, serta menjadi penghubung komunikasi antara Kementerian Pekerjaan Umum dengan media massa dan para pemangku kepentingan.
Selain pengalaman profesional, Aisyah juga aktif meningkatkan kompetensi melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi internasional. Dalam Curriculum Vitae-nya tercatat sejumlah sertifikasi dan program pengembangan profesional, antara lain:
Google Digital Marketing & E-commerce – Google melalui Coursera (2023);
Google Shopping Ads Certification – Google (2020);
Global Leadership Program Domestic Symposium yang melibatkan kunjungan dan konferensi lintas budaya bersama Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Komisi Tinggi Kanada di Australia (2017);
Model United Nation di Brisbane, Australia (2017);
Entrepreneur Seminar oleh Yamakami Tax Accounting Office, Jepang (2013);
Introduction to Solid State Chemistry dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) (2013);
Environmental Policies dari Waseda University – Integrated Institute for Regulatory Science, Jepang (2012).

Rekam jejak prestasinya juga menunjukkan pencapaian yang konsisten. Aisyah merupakan kreator AplikasiMUDA, memperoleh nominasi MMA Smarties Award pada kategori Innovation and Creative, memenangkan berbagai kompetisi pemasaran tingkat Asia Pasifik di Procter & Gamble, memimpin kampanye digital yang menghasilkan rekor penjualan dan engagement tertinggi, serta memimpin penyelenggaraan Ion Water Fit Carnival, yang menjadi agenda olahraga tahunan pertama bagi merek tersebut.
Di bidang kepenulisan dan organisasi, Aisyah aktif sebagai Head of Division PERSADA Jakarta serta anggota LPDP Entrepreneurship Organisation. Ia juga menulis artikel berjudul Menuju Equilibrium Pemasaran Tradisional dan Digital saat Pandemi yang dipublikasikan oleh Harian Kompas pada tahun 2022 serta menerbitkan buku Wake Up in Japan yang mengangkat pengalaman dan perspektif internasasionalnya.
Melihat keseluruhan perjalanan akademik, pengalaman profesional, sertifikasi, publikasi, dan berbagai penghargaan yang dimiliki, Aisyah Zakiyyah merupakan figur profesional yang membangun karier melalui proses panjang, pendidikan internasional, serta pengalaman di perusahaan-perusahaan global sebelum dipercaya menduduki jabatan strategis di pemerintahan. Oleh karena itu, bantahannya terhadap isu nepotisme disertai tantangan terbuka kepada publik dapat dipandang sebagai upaya menjaga integritas pribadi sekaligus menegaskan bahwa rekam jejak profesionalnya dibangun atas dasar kompetensi dan prestasi, bukan hubungan kekerabatan.
Di tengah dinamika pemberitaan, sosok Aisyah Zakiyyah kini tidak hanya dikenal sebagai komisaris muda, tetapi juga sebagai profesional lintas sektor yang memiliki pengalaman di dunia industri, komunikasi strategis, pemerintahan, dan transformasi digital dengan rekam jejak yang terbentang lebih dari satu dekade.

Ditulis Oleh : Dahliyusmanto, Dosen Senior Unviersitas Riau

 

 

 

 

Check Also

Puluhan Eks Karyawan Anak Perusahaan Jawa Pos Group di Riau, Resmi Somasi Riau Pos Group

Ketua LBH Tuah Negeri Suardi, SH, MH. PEKANBARU (Khabarmetro.com) – Setelah menunggu bertahun-tahun tanpa kejelasan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *