Selasa , 16 Juni 2026

PTPN IV Dukung KSOP Pekanbaru Satukan Stakeholder Perkuat Rantai Logistik Riau

 

Business Support Head PTPN IV Regional III Achmedy Akbar berdiskusi dengan pihak  kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Pekanbaru baru-baru ini di Pekanbaru

Pekanbaru (khabarmetro.com) – PTPN IV Regional III menaja penguatan distribusi dan rantai logistik komoditas strategis yang dilangsungkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Pekanbaru beraama dengan para stakeholders di Provinsi Riau melalui forum diskusi.

Forum yang rutin diselenggarakan setiap dua bulan melalui coffee morning itu mempertemukan regulator, perusahaan pelayaran, agen kapal, perusahaan bongkar muat, pengguna jasa kepelabuhanan, hingga pelaku usaha yang terlibat dalam sistem logistik dan transportasi laut di Provinsi Riau.

Di tengah peran Riau sebagai salah satu sentra sawit terbesar nasional, forum tersebut dinilai penting untuk menjaga koordinasi dan menyelaraskan langkah para pemangku kepentingan dalam mendukung kelancaran arus barang, khususnya komoditas unggulan yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Business Support Head PTPN IV Regional III Achmedy Akbar mengatakan kolaborasi antarpelaku logistik dan kepelabuhanan menjadi faktor penting dalam menjaga efisiensi distribusi komoditas dari daerah produksi menuju pasar domestik maupun ekspor.

Menurutnya, forum yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan secara langsung seperti Coffee Morning KSOP menjadi ruang yang efektif untuk membangun kesamaan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor.

“Kami mengapresiasi KSOP Kelas II Pekanbaru yang secara konsisten menghadirkan ruang komunikasi bagi seluruh stakeholder kepelabuhanan. Kepercayaan yang diberikan kepada PTPN IV Regional III sebagai tuan rumah menjadi kehormatan sekaligus momentum untuk memperkuat sinergi dalam mendukung kelancaran arus logistik di Riau,” ujar Achmedy.

Ia menjelaskan, PTPN IV Regional III saat ini mengoperasikan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri Instalasi Tangki Minyak Sawit (TUKS ITMS) di Kabupaten Siak yang menjadi salah satu simpul penting distribusi minyak sawit perusahaan.

Fasilitas tersebut didukung tiga tangki timbun dengan kapasitas total 10.000 metrik ton dan dermaga sepanjang 120 meter yang mampu melayani kapal tanker hingga 5.000 metrik ton. Dari fasilitas itu, rata-rata 4.000 hingga 5.000 metrik ton minyak sawit mentah (CPO) didistribusikan setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Corporate Secretary and Legal PTPN IV Regional III Hotmatua mengatakan penguatan hubungan dengan regulator dan pelaku usaha merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun tata kelola logistik yang semakin efektif, aman, dan berkelanjutan.

Menurutnya, tantangan industri saat ini tidak hanya terletak pada aspek produksi, tetapi juga bagaimana memastikan produk dapat bergerak secara efisien melalui sistem logistik yang terintegrasi.

“Kelancaran distribusi merupakan salah satu faktor yang menentukan daya saing. Karena itu, kolaborasi antara regulator, operator pelabuhan, pelaku jasa logistik, dan dunia usaha harus terus diperkuat agar tercipta ekosistem yang sehat dan saling mendukung,” kata Hotmatua.

Sementara itu, Kepala KSOP Kelas II Pekanbaru Sadeli menegaskan Coffee Morning merupakan forum komunikasi yang sengaja dibangun untuk memperkuat koordinasi sekaligus membahas berbagai isu strategis yang berkembang di sektor kepelabuhanan.

Menurutnya, keterlibatan aktif seluruh stakeholder menjadi kunci untuk menciptakan pelayanan kepelabuhanan yang semakin responsif terhadap kebutuhan dunia usaha tanpa mengabaikan aspek keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi.

“Melalui forum ini kami ingin memastikan komunikasi antarpemangku kepentingan tetap terjaga dengan baik. Berbagai tantangan operasional dapat didiskusikan bersama sehingga solusi yang dihasilkan juga lebih komprehensif dan mampu mendukung kelancaran aktivitas logistik,” ujar Sadeli.

Bagi Riau yang menjadi salah satu pusat produksi sawit nasional, kelancaran arus logistik memiliki arti strategis. Karena itu, sinergi yang terbangun antara regulator dan pelaku usaha melalui forum-forum kolaboratif seperti Coffee Morning KSOP diharapkan semakin memperkuat daya saing daerah sekaligus mendukung distribusi komoditas unggulan Indonesia ke berbagai pasar. (adn)

Check Also

Koperasi BBDM Salurkan Bantuan Sosial untuk Empat Desa dan Satu Kelurahan di Bengkalis

Penyerahan bantuan sosial dari pihak Koperasi Produsen BBDM di kantor desa. BENGKALIS (Khabarmetro.com) – Koperasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *