
Asap tebal di atas rumah korban, akibat kebakaran yang terjadi yang menewaskan pemilik rumah.
JAKARTA (Khabarmetro.com) – Innalillahiwainna ilaihirojiun. Meninggal dunia Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Haerul Saleh, dalam sebuah musibah kebakaran di rumah miliknya, Jalan Teratai VI No 07, RT03/RW02, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan (Gulkarmat Jaksel) menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan RT dan warga, kebakaran rumah tersebut diduga api berasal dari sisa-sisa tiner bekas renovasi rumah.
“Awalnya berdasarkan informasi dari RT setempat yang melihat asap hitam mengepul dari lantai empat rumah terbakar,” kata Asril Rizal, Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, seperti dilansir dari Antara.
Personel Gulkarmat Jakarta Selatan setelah mendapat informasi kebakaran tersebut dari RT, langsung melakukan pemadaman pukul 08.07 WIB dan selesai operasi pukul 08.46 WIB.
Sebanyak 48 personel atau 12 unit Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan dikerahkan untuk memadamkan kebakaran rumah di rumah anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Korban sudah ditangani oleh petugas dan dibawa menggunakan ambulance ke RSUD Pasar Minggu untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Saat ini, pihaknya masih mendata jumlah kerugian dari luas area 5×10 meter persegi (m2) tersebut.
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan menyatakan bahwa ruang kerja anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Haerul Saleh yang berada di lantai 4 rumah, 80 persen hangus terbakar.
“(Kondisi) hangus, ya sementara 80-an (persen) lah ya, atas ya terlihat di atas ya, atas ruang kerja beliau ya, 80 persen lah kira-kira,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Putu Yuni kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).
Sementara itu, Putu menyebut untuk kondisi di lantai bawah dalam kondisi utuh. Sebab, yang terbakar dalam peristiwa itu hanya ruang kerja korban.
“(Yang terbakar) satu lantai, ruang kerja di lantai empat saja, berarti lantai empat saja,” ucap dia.
Dalam kebakaran yang membuat Haerul Saleh anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI meninggal, tiga orang asisten rumah tangga (ART) selamat dalam insiden tersebut.
“Kalau di atas, keterangan sementara saksi, dengan beliau dan bertiga. Tapi kan ada yang di bawah,” katanya.
Yuni mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih mendalami latar belakang tiga orang yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) tersebut bisa selamat.
Hingga kini, pihaknya masih menyesuaikan keterangan para saksi dan alat bukti yang diterima pihak Kepolisian. Termasuk barang yang memiliki kandungan mudah terbakar ataupun yang memicu api di rumah pribadi korban.
“Olah TKP lagi sedang dilaksanakan di atas. Nah, dari situ persesuaian keterangan saksi dan alat bukti, barang bukti yang ada di atas, nanti itu bisa menjelaskan semuanya nanti,” ucapnya. (int)
khabarmetro.com SELALU ADA KABAR BARU