Rabu , 6 Mei 2026

Pelayanan Maksimal Jamaah Disabilitas Kloter 3 BTH, Zulkarnain: Hadirkan Kenyamanan dan Kekhusyukan Beribadah

Dr H Zulkarnain Umar sedang di tanah suci, bersama para jamaah yang diberi layanan.

MAKKAH (Khabarmetro.com) – Kepedulian dan pelayanan terhadap jamaah haji disabilitas menjadi salah satu perhatian utama dalam penyelenggaraan ibadah haji Kloter 3 BTH. Dengan semangat pengabdian dan keikhlasan melayani tamu Allah, para petugas terus berupaya memberi pelayanan terbaik bagi seluruh jamaah.

Pelaksanaan layanan jamaah disabilitas ini berlangsung, Senin lalu (4/5/2026), dimulai pukul 10.00-14.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Sebanyak 12 orang jamaah disabilitas pengguna kursi roda mengikuti pelaksanaan umroh wajib dengan pendampingan khusus di Masjidil Haram.

Para jamaah itu berasal dari Kloter 3 BTH yang tergabung dalam bimbingan Dr. H. Zulkarnain Umar, Lc., M.Ag, dan didampingi oleh Karom 7, H. Sutresno, ST, MM dari KBIHU Haramain – Ummul Quro Riau.

Sebelum pelaksanaan ibadah, seluruh jamaah disabilitas tersebut terlebih dahulu didaftarkan secara resmi kepada PPIH bagian layanan disabilitas (Landis) melalui Dokter Kloter, dr. Nora, yang didampingi oleh drg. Andy.

Pelayanan ini juga diperkuat oleh peran aktif personel PHD, Imam Zamroni, ST., yang turut memastikan proses pendampingan jamaah berjalan lancar mulai dari persiapan, pemberangkatan, pelaksanaan tawaf dan sa’i, hingga jamaah kembali ke hotel.

Pembimbing ibadah, Dr. H. Zulkarnain Umar, Lc., M.Ag., menyampaikan bahwa pelayanan kepada jamaah disabilitas merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

“Kepedulian tanpa pamrih dalam melayani jamaah hakikatnya adalah pengabdian mulia. Ketika jamaah dimudahkan dalam beribadah, semoga Allah juga memudahkan seluruh urusan kita,” katanya.

Seluruh pelaksanaan pelayanan jamaah disabilitas tersebut dikontrol dan dikoordinasikan langsung oleh Ketua Kloter 3 BTH, Faulina Rizka, M.Pd., agar pelayanan berjalan tertib, aman, dan maksimal sesuai kebutuhan jamaah.

Dalam pelaksanaan umroh, jamaah disabilitas menggunakan jasa pendorong kursi roda yang legal dan memiliki izin resmi langsung dari Pemerintah Arab Saudi. Para pendorong tersebut dinilai sangat profesional, ramah, serta memahami kebutuhan jamaah selama menjalankan tawaf dan sa’i.

Tidak hanya membantu mobilitas jamaah, para pendorong juga turut mengingatkan doa-doa serta menunjukkan tempat-tempat tertentu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa selama pelaksanaan ibadah. Hal ini memberikan kesan mendalam bagi jamaah disabilitas yang merasa sangat terbantu dan lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah umroh.

Setelah seluruh rangkaian umroh selesai dilaksanakan, para jamaah mengaku merasa puas dan bersyukur atas pelayanan yang diberikan. Beberapa jamaah seperti Ibu Rohana, Roza Indriani, Syamsidar, dan Endang menyampaikan rasa senang dan haru atas pelayanan yang mereka rasakan selama menjalankan ibadah.

“Mereka bukan hanya mendorong kursi roda, tetapi juga membimbing kami membaca doa-doa di tempat tertentu saat tawaf dan sa’i. Kami merasa sangat terbantu dan dimuliakan,” ungkap salah seorang jamaah dengan penuh rasa syukur.

Pelayanan maksimal ini menjadi gambaran nyata bahwa sinergi antara petugas kloter, tenaga kesehatan, pembimbing ibadah, karom, dan petugas layanan disabilitas mampu menghadirkan pelayanan haji yang humanis, ramah lansia dan disabilitas, serta penuh empati.

Diharapkan, seluruh jamaah Kloter 3 BTH dapat menjalankan ibadah dengan lancar, sehat, dan memperoleh keberkahan berlimpah dari Allah SWT, sehingga kembali ke tanah air dengan membawa predikat haji yang mabrur dan mabruroh. (irg)

Check Also

Respon Aspirasi Masyarakat, PUPR Aspal Gg Pepaya – Cut Nyak Dien

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang melakukan pengaspalan ulang terhadap jalan penghubung Cut Nyak Dien …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *